rabu, 30 november 2011
menunggu sang sahabat pulang kerja,, yg bentar lagi nikah..
dia mengajak aku maen2 sekelak .. tanpa pikir panjang aku langsung megiyakan aja,,
bukannya apa apa sih,, kalau udh nikah dia udah gak bisa sebebas sekarang untuk bisa maen kapan aja sama aku..
lagyan ntar abis nikah dia jauh, jadi puas puasin dan manfaatin waktu yang ada..
Selasa, 29 November 2011
rabu, 30 november 2011
TUGAS IKHTIOLOGI
TUGAS IKHTIOLOGI
IKHTIOLOGI
IKAN BAUNG
oleh :
Nama : Atikah Asry
Nim
: 100302048
Jurusan :
Manajemen Sumberdaya Perairan
MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini
merupakan tugas untuk melengkapi materi mata kuliah Ikhtiologi pada Jurusan
Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Prof. Dr. Ir. Hasan Sitorus, MS selaku
dosen pembimbing, atas kesabaran dan bimbingannya sehingga makalah ini dapat
diselesaikan.
Penulis sangat
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan ke arah yang
lebih baik nantinya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkannya.
Medan, Oktober 2011
Penulis
DAFTAR
GAMBAR
1.
Habitat asli ikan baung …………………………………………
3
2.
Budidaya ikan baung …………………………………………...
3
3.
Larva ikan baung ………………………………………………. 5
4.
Ikan baung remaja ……………………………………………... 5
5.
Ikan baung dewasa …………………………………………….. 5
6.
Pakan ikan baung
…………………………………………........ 6
7.
Benih ikan baung
………………………………………............ 7
8.
Pembenihan ikan baung ………………………………………..
7
I.
PENDAHULUAN
Lebih kurang
tiga perempat bagian dari permukaan bumi tertutup air. Dari segi ekosistem kita
dapat membedakan air tawar, air laut, dan air payau seperti yang terdapat di
muara sungai yang besar. Dari ketiga ekosistem perairan tersebut, air laut dan
air payau mrupakan bagian terbesar, yaitu lebih dari 97%. Sisanya adalah air
tawar yang justru dibutuhkan oleh manusia dan banak jasad hidup lainnya untuk
keperluan hidupnya ( Barus, 2004).
Indonesia sebagai suatu negara kepulauan mempunyai sumber daya air
yang sangat besar potensinya. Wilayah laut Indonesia dan sekitarnya yang
dikenal sebagai kawasan paling kaya akan fauna ikan di dunia. Di kawasan ini
diperkirakan terdapat 3.400 jenis ikan yang berarti hampir mencapai 20% dari
seluruh jenis ikan laut di dunia (Sumantadinata,1981).
Selain laut bumi juga memiliki perikanan darat yang merupakan
perikanan air tawar dan air payau. Air payau adalah percampuran antara air
tawar dan air laut. Tempat yang dipergunakan untuk perikanan darat meliputi
sungai, danau, bendungan, rawa, empang, kolam, sawah, serta ambak di tepi
pantai. Sungai – sungai yang menghasilkan ikan terutama pada sungai besar di
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Ikan air tawar terbagi atas tiga
golongan yaitu ikan peliharaan seperti ikan tawes, ikan mas, dan ikan gurame.
Ikan buas seperti ikan gabus, ikan lele, ikan baung. Ikan liar seperti ikan
jeler, ikan paray (Evy, 2001).
Ikan adalah organisma air yang
bernafas dengan insang dan dapat bergerak atau berenang dengan menggunakan
sirip (fin). Ikan memiliki gurat sisi untuk menyeimbangkan tubuh, serta
gelembung udara untuk mengapung, melayang, dan membenamkan diri. Ikan tersebar
di beragai jenis perairan baik tawar, asin, maupun payau (Barus, 2004).
Ikan baung merupakan ikan air tawar yang berkumis (catfish). Di
Indonesia terdapat lebih dari 7 jenis ikan baung diantaranya Mystus gulio, Mystus microcanthus, Mystus
nigriceps,Mysus wycki, Mystus wolffi, mystus nemurus, dan Mystus planiceps (Kuncoro,
2009).
II.
BIOGEOGRAFI
IKAN
Ikan baung adalah ikan air tawar asli
dari Indonesia yang dapat hidup dari perairan muara sungai sampai ke bagian
hulu, baung ditemukan sampai ke muara sungai yang sedikit payau yang mengalami
daerah pasang surut selain itu juga di perairan umum seperti sungai, rawa,
situ, danau, dan waduk.
Umumnya
di Indonesia ikan baung terdapat di sungai musi, di Sumatera Selatan, Jawa,
Kalimantan. Karena ikan baung termasuk marga hembagrus yang diketahui menyebar
luas di sebelah timur lembah sungai bangga. Brahmaputra dan di selatan aliran
sungai Yangtze. Ragam ini yang tertinggi berkembang di wilayah paparan Sunda.
Table spesies anggota marga hemibagrus
Spesies
|
Author
|
Penyebaran
|
Nama
Umum
|
H.
Nemurus
|
Valenceenes, 1840
|
Pulau Jawa dan pulau sekitarnya
|
Baung putih atau Baung sungai
|
H.
planiceps
|
Valenceenes, 1840
|
Terbatas di pulau Jawa
|
Baung kuning
|
H.
wyckii
|
Bleeker, 1858
|
Lembah sungai Mekong, Chaotraya,
serta paparan Sunda.
|
Baung kunyit
|
Ikan baung juga menyebar luas di India, Cina
Selatan, dan Asia tenggara. Namun begitu karena sulit didapat diluar daerah
aslinya ikan baung belum sepopuler ikan konsumsi lainnya, tetapi sebenarnya
ikan baung mampu bersaing dengan ikan ekonomis lainnya.
Selain ikan air tawar
namun ikan baung juga dapat hidup di perairan pesisir, kenyataan tersebut
diperoleh dari buku pengelolaan ekowisata pesisir dan laut oleh Prof. Dr. H.
Ambo Tuwo, DEA pada tahun 2011.
Adapun habitat asli ikan baung yaitu :
Sungai

pesisir
pesisir
Pada tahun 1990 an
masih sedikit hasil tangkapan dari alam, jika ada dari budidaya itupun
merupakan hasil benih alam. Sekarang baung putih telah berhasil dikembangkan pembenihannya
dibudidayakan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar di Sukabumi dari
tahun 1998 (www.hobiikan.blogspot.com).
Budidaya ikan baung
III.
SISTEMATIKA
IKAN
Adapun
klasifikasi ikan baung yaitu:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Sub kelas : Toleostei
Ordo : Siluriformes
Family : Bagridae
Genus : Hemibagrus
Spesies : Hemibagrus Nemurus sp.
Nama asing : Tripical catfish, gree catfish, riret catfish
Nama umum : Baung
Nama local : Baung di Sumatera. Senggol di Jawa barat, Sogo di Jawa Tengah.
(www.hobiikan.blogspot.com)
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Sub kelas : Toleostei
Ordo : Siluriformes
Family : Bagridae
Genus : Hemibagrus
Spesies : Hemibagrus Nemurus sp.
Nama asing : Tripical catfish, gree catfish, riret catfish
Nama umum : Baung
Nama local : Baung di Sumatera. Senggol di Jawa barat, Sogo di Jawa Tengah.
(www.hobiikan.blogspot.com)
Ikan baung merupakan ikan air tawar yang
berkumis (catfish). Di Indonesia terdapat lebih dari 7 jenis ikan baung
diantaranya adalah Mystus gulio, Mystus
microcanthus, Mystus nigriceps,Mysus wycki, Mystus wolffi, mystus nemurus, dan
Mystus planiceps (Kuncoro, 2009).
IV.
MORFOLOGI
IKAN
Panjang ikan baung dewasa bisa mencapai
83 cm, sekilas warna tubuhnya sangat mirip dengan ikan patin, yaitu warna putih
keperakan dengan punggung berwarna kecoklatan. Kepala kasar dan depress dengan
3 pasang sungut disekeliling mulut dan sepasang lubang pernafasan.
Menurut
Kuncoro, 2009 ikan baung berukuran 15 cm hingga 75 cm. jenis ikan Baung ada 7,
yaitu tagih dengan panjang 65 cm berat 6 kg, lundu dengan panjang 40 cm dan
berat 4 cm, keting dengan panjang 20 cm, jatisa dengan panjang 33 cm,
senggaringin dengan panjang 33 cm dan bawal dengan berat dapat mencapai 30
kg.
Umumnya
tubuh baung memanjang, agak pipih dan licin serta tidak bersisik. Di bagian
sirip dadanya terdapat tulang tajam dan bersengat yang berfungsi seperti patil.
Ciri khasnya adalah sungut rahang atas yang sangat panjang sampai mencapai
sirip dubur, baung juga memiliki sirip ekor dari pinggiran tegak dan ujung ekor
bagian atas memanjang menyerupai sungut , bagian atas kepala dan badan berwarna
cokelat kehitaman, bagian tengah sisi badan warna cokelat kehitaman juga dan
memutih hingga bawah. Sirip lemah disebut adiposefin yang panjang hampir sama
dengan panjang sirip dubur proporsi ukuran panjang tubuhnya lima kali tinggi
3-3,5 panjang kepalanya.
Larva ikan baung
ikan baung remaja
ikan
baung dewasa
ikan baung remaja
Tekstur dagingnya yang tebal hanya berduri
halus serta berwarna putih serta mengandung kadar protein yang tinggi rendah
lemak dan rasanya ang melebihi daging ikan patin, jamal ai sehingga daya
jualnya tinggi namun sangat digemari masyarakat Asean, terutama Indonesia (www.hobiikan.blogspot.com).
V.
KEBIASAAN
MAKAN IKAN
Menurut Kuncoro, 2009
yaitu kebiasaan makan ikan baung umumnya sebagai omnivora, namun juga merupakan
karnivora karena lebih dominan memakan hewan – hewan kecil seperti ikan – ikan
kecil, larva serangga air, udang serta serasah (onggokan bahan organik di dasar
perairan).
Adapun pakan ikan baung antara
lain ikan – ikan kecil, udang – udang kecil, remis, insekta, serta rumput (www.wikipedia.org).
Berikut proses kebiasaan makan
ikan baung yaitu semasa larva ikan baung memakan phytoplankton ukuran 10-300
mikron seperti Brachionus sp., Calicyflorus sp., Synchaeta sp., Notholca
sp., Polyarthra Platiptera sp., Hexartha Miera sp., Brachiorus Falcatus sp.,
Asplanchna sp., Chonchilus sp., Filina sp., Brachious Angularis sp.,
Karatella Cochlearis sp., Keratella
Guadrata sp. jenis makanan ikan baung berubah sesuai umur benih 20 hari
yaitu memakan pakan alami (plankton) yang berukuran 0,5 – 2,0 µm. Benih tua yang lebih besar ukurannya makanannya berupa Paramecium sp., Naupli Artemia sp.,
cladocera sp., Sida sp., Diaphasoma sp., Dapnia sp., Moina sp., Bosmina sp., Chidorus sp., Cancelop sp.
Setelah menjadi larva ikan baung memangsa hewan hewan kecil lain yang hidup di
permukaan sedimen / melayang di air sedangkan setelah dewasa ikan baung
termasuk pemakan dasar atau bottom feeder karena ikan baung termasuk ikan pasif
disebabkan ikan baung lebih suka menunggu dari pada berburu
(www.usniarie.blogspot.com).
Berikut gambar pakan ikan baung :
Cacing
pellet
larva ikan
larva ikan
VI.
REPRODUKSI
IKAN
Ikan baung tergolong phytopil yaitu
telur telur yang bersifat adhesive yang melekat pada tumbuhan perairan atau
benda lainnya. Memiliki dinding telur yang relative tebal dan rongga perifellin
yang relative sempit, embrio yang baru menetas dan melekat pada tumbuhan dan
memnggunakan kelenjar tertentu.
Ikan
baung melakukan pembuahan di luar tubuh (external spawning), telurnya yang
sudah dibuahi sperma akan berwarna jernih dengan kisaran garis 1,4 – 2, 04 mm
setelah itu pemijahan ditandai dengan kejar mengejarnya sepasang induk.
Kemudian seperti berpelukan dan pada saat itulah telur dan sperma dikeluarkan
oleh masing masing induk. Proses pemijahan berlangsung 10 – 15 kali dengan
waktu 3 – 6 jam, setelah telur kelihatan menempel diinduk ikan yang kemudian
dibuahi yang dimulai setelh sel telur keluar dari alat kelamin betina dan telur
sudah matang dan kembang kemudian mikrofil akan terbuka jika sperma aktif.
Bagian kepala sperma akan masuk sedangkan ekor akan lepas. Setelah sperma
melebur dengan inti sel, telur protoplasma akan mengalir ke tempat spermatozoa
masuk kemudian terjadi pembelahan sel. Setelah itu proses penutupan blastopor
masuk ke fase perkembangan embrio, selama penetasan larva bergerak gerak sampai
lepas dari kapsul telur, larva berkembang menjadi ikan baung muda lalu menjadi
baung dewasa. Siklus hidup ikan baung begitu seterusnya.
Reproduksi
juga diperoleh dari kegiatan budidaya ikan baung, yang dimulai dari pembenihan,
kemudian hingga menjadi baung dewasa.

Benih ikan baung
pembenihan ikan baung
pembenihan ikan baung
VII.
PENUTUP
Ikan
baung merupakan ikan air tawar yang berkumis (catfish). Di Indonesia terdapat
lebih dari 7 jenis ikan baung diantaranya Mystus
gulio, Mystus microcanthus, Mystus nigriceps,Mysus wycki, Mystus wolffi, mystus
nemurus, dan Mystus planiceps.
Panjang ikan baung
dewasa bisa mencapai 83 cm, sekilas warna tubuhnya sangat mirip dengan ikan
patin, yaitu warna putih keperakan dengan punggung berwarna kecoklatan. Kepala
kasar dan depress dengan 3 pasang sungut disekeliling mulut dan sepasang lubang
pernafasan
Ikan baung adalah ikan
air tawar asli dari Indonesia yang dapat hidup dari perairan muara sungai
sampai ke bagian hulu, baung ditemukan sampai ke muara sungai yang sedikit
payau yang mengalami daerah pasang surut selain itu juga di perairan umum seperti
sungai, rawa, situ, danau, dan waduk. Selain itu, Ikan baung juga menyebar luas
di India, Cina Selatan, dan Asia tenggara. Namun begitu karena sulit didapat
diluar daerah aslinya ikan baung belum sepopuler ikan konsumsi lainnya, tetapi
sebenarnya ikan baung mampu bersaing dengan ikan ekonomis lainnya.
Namun usaha budidaya
ikan baung khususnya budidaya dalam keramba telah berkembang pesat tetapi
perkembangan budidaya ikan ini belum diimbangi dengan tingkat produksi yang
tinggi karena tidak didukung oleh produksi benih dengan kualitas dan kuantitas
yang baik karena sulitnya mendapatkan induk yang matang selain itu daya tetas
telur ikan baung masih rendah sebesar 34,5 %. Untuk itu hendaknya ada
penelitian lebih lanjut guna menindaklanjuti masalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
[26 September 2011]
Anonymous. 2009. Morfologi ikan Baung. www.hobiikan.blogspot.com
[26 September 2011]
Barus,
T.A. 2004. Pengantar limnology. USU
Press. Medan
Evy,
R. 2001. Usaha Perikanan Indonesia. PT
Mutiara Sumber Widya. Jakarta
http://id.wikipedia.org. 2009. Baung [26 September 2011]
Kuncoro,
B.E. 2009. Ensiklopedia Populer Ikan Air
Tawar. Lily Publisher.
Yogyakarta
Sumantadinata,
K. 1981. Pengembangbiakan Ikan Ikan
Peliharaan di Indonesia.
PT Sastra Hudaya. Bogor
Tuwo,
A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir
dan Laut. Brilian Internasional.
Surabaya
Usniarie.
2008. Kebiasaan Makan Ikan Baung. www.usniarie.blogspot.com
[26 September 2011]
may be useful
^^
^^
Langganan:
Komentar (Atom)