Kamis, 01 Desember 2011

distribusi dan luas ekosistem mangrove

LUAS DAN PENYEBARAN EKOSISTEM MANGROVE DI INDONESIA DAN DI  DUNIA

Menurut KLH et al, 1993 diperkirakan ada sekitar 89 spesies mangrove yang tumbuh di dunia, tumbuhan mangrove tersebut pada umumnya hidup di hutan pantai Asia Tenggara yaitu sekitar 74 spesies, dan hanya sekitar 11 spesies hidup di daerah Caribbean. Lebih lanjut menurut Soegiarto dan Polunin (1982) dari jumlah ini sekitar 51 % atau 38 spesies hidup di Indonesia. Menurut Mc Gill, 1958 mangrove tumbuh subur di daerah tropis dekat ekutor. Namun, demikian mereka juga dapat tumbuh di daerah subtropics, yaitu sampai sekitar 35˚ LS di Afrika, Australia, dan New Zealand. Komunitas tumbuhan mangrove mendominasi sekitar 75% garis pantai di dunia . di tingkat ASEAN jumlah area hutan mangrove yang terbesar adalah Indonesia, diikuti oleh Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Sedangkan area mangrove yang terluas di Indonesia tercatat di Irian Jaya. Menurut table penyebaran mangrove di ASEAN luas mangrove di Indonesia tercatat sekitar 3,806.119 ha . ada empat factor utama yang mempengaruhi penyebaran tumbuhan mangrove yaitu frekuensiarus pasang, salinitas tanah, air tanah, dan suhu air (Supriharyono, 2000).
             Perairan Indonesia dengan garis pantai lebih dari 80.000 km diduga mempunyai hutan mangrove sangat luas yaitu 4,2 juta ha. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia dan hidup serta tumbuh berkembang pada lokasi-lokasi yang mempunyai hubungan pengaruh pasang air (pasang surut) yang merembes pada aliran sungai yang terdapat di sepanjang pesisir pantai. Kawasan hutan mangrove sangat rentan terhadap pencemaran minyak bumi karena bahan tersebut cendrung mengumpul dan tinggal di substratnya. Hutan mangrove mempunyai peranan dalam ekosistem yang berfungsi sebagai pelindung terhadap hempasan gelombang dan arus, sebagai tempat asuhan, sebagai tempat mencari makan, berkembang biak berbagai jenis biota laut, juga pohon mangrove sebagai tempat burung bersarang, tempat anggrek, pakis, benalu dan berbagai kehidupan lainnya. Selain itu pula manfaatnya sebagai penghasil kayu bakar, untuk bangunan, arang, bahan obat-obatan, dan bahan kimia zat. Pemanfaatan lahan di wilayah pesisir mengakibatkan berkurangnya luas hutan mangrove. Di Indonesia luas hutan mangrove berkurang, seiring dengan pesatnya kebutuhan hidup masyarakat, serta meningkatnya pembangunan di kawasan pesisir (Tarigan, 2006).
                Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75 % dari luas ekosistem mangrove di Asia Tenggara. Sebaran ekosistem mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Luas sebaran ekosistem mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tinggal 2,50 hektar pada tahun 1990. Penurunan luasan ekosistem mangrove tersebut menunjukan bahwa degradasi kawasan mangrove cukup tinggi dengan laju 200 ribu hektar/tahun (Dahuri, 1996). Permasalahan utama yang sering kali menjadi penyebab pendegradasian kawasan mangrove adalah pembangunan tambak liar, pengembangan kawasan pariwisata yang tidak akrab lingkungan, perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan, kemudian berkembangnya kawasan pemukiman di garis hijau pantai (mangrove zone) (http://www.repository.usu.ac.id, 2009).
                Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata, yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan konversi menjadi lahan tambak, penebangan liar dan sebagainya (Dahuri, 2002). Ekosistem hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tertinggi di dunia, seluruhnya tercatat 89 jenis. Beberapa jenis pohon yang banyak dijumpai di wilayah pesisir Indonesia adalah Bakau (Rhizophora. spp.), Api-api (Avicennia spp.), Pedada (Sonneratia spp.), Tanjang (Bruguiera spp.), Nyirih (Xylocarpus spp.), Tenger (Ceriops spp) dan, Buta-buta (Exoecaria spp.) (http://www.penulismuda.com, 2009).
               Menurut Departemen Kehutanan, 2003 Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terbesar dan memiliki kekayaan hayati yang paling banyak. Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang yang tertinggi di dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut mengindentifikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata, yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun  (Wijayanti, 2008).
            Adapun table luas dan penyebaran ekosistem mangrove di Indonesia yaitu:        
(Assyakur, 2011).
             Di Indonesia perkembangan hutan mangrove terjadi di daerah pantai yang terlindung dan di muara-muara sungai, dengan variasi lebar beberapa meter sampai ratusan meter lebih. Indonesia yang terdiri atas 13.677 pulau memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 81.000 km, sebagian besar ditumbuhi hutan mangrove. Hutan mangrove tumbuh hampir diseluruh provinsi di Indonesia, Dengan luas kawasan yang berbeda secara spesifik. Wilayah hutan mangrove yang paling luas terdapat di Irian Jaya, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, Maluku (http://www.elib.unikom.ac.id, 2011).
              Karena luas dan penyebaran ekosistem mangrove di dunia sangat besar tersebar di Asia Tenggara khususnya Indonesia maka pembahasan luas dan distribusinya ini sangat dominan pada Negara Indonesia. Namun selain Indonesia, menurut Kasim Moosa, et al (1996) negara negara lain di Asia Tenggara juga memiliki kawasan ekosistem mangrove seperti Malaysia dengan luas 625.219 ha dengan persen totalnya 13,059% , Thailand seluas 312.700 ha dengan persen totalnya 6,261%, Filipina seluas 220.242 ha dengan persen totalnya 4,410% serta Singapura 3.210 ha dengan persen totalnya 0,064%. Namun demikian adapun penyebaran family dari mangrove pada daerah Indo-west pacific terdapat 74 genera dengan total persen 83%, Pasific America sebanyak  9 genera dengan total persen 10%, Atlantic America sebanyak 11 genera dengan total persen 12%, West Africa sebanyak 9 genera dengan total persent 10%, maka total genera yang terdapat di dunia adalah 89 dengan total persen 100% (Supriharyono, 2000).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar