LUAS DAN PENYEBARAN EKOSISTEM MANGROVE DI INDONESIA DAN DI DUNIA
Menurut KLH et al, 1993 diperkirakan ada sekitar 89
spesies mangrove yang tumbuh di dunia, tumbuhan mangrove tersebut pada umumnya
hidup di hutan pantai Asia Tenggara yaitu sekitar 74 spesies, dan hanya sekitar
11 spesies hidup di daerah Caribbean. Lebih lanjut menurut Soegiarto dan
Polunin (1982) dari jumlah ini sekitar 51 % atau 38 spesies hidup di Indonesia.
Menurut Mc Gill, 1958 mangrove tumbuh subur di daerah tropis dekat ekutor.
Namun, demikian mereka juga dapat tumbuh di daerah subtropics, yaitu sampai
sekitar 35˚ LS di Afrika, Australia, dan New Zealand. Komunitas tumbuhan
mangrove mendominasi sekitar 75% garis pantai di dunia . di tingkat ASEAN
jumlah area hutan mangrove yang terbesar adalah Indonesia, diikuti oleh
Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Sedangkan area mangrove yang
terluas di Indonesia tercatat di Irian Jaya. Menurut table penyebaran mangrove
di ASEAN luas mangrove di Indonesia tercatat sekitar 3,806.119 ha . ada empat
factor utama yang mempengaruhi penyebaran tumbuhan mangrove yaitu frekuensiarus
pasang, salinitas tanah, air tanah, dan suhu air (Supriharyono, 2000).
Perairan Indonesia dengan garis pantai lebih
dari 80.000 km diduga mempunyai hutan mangrove sangat luas yaitu 4,2 juta ha. Hutan
mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia dan hidup serta tumbuh
berkembang pada lokasi-lokasi yang mempunyai hubungan pengaruh pasang air
(pasang surut) yang merembes pada aliran sungai yang terdapat di sepanjang
pesisir pantai. Kawasan hutan mangrove sangat rentan terhadap pencemaran minyak
bumi karena bahan tersebut cendrung mengumpul dan tinggal di substratnya. Hutan
mangrove mempunyai peranan dalam ekosistem yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap hempasan gelombang dan arus, sebagai tempat asuhan, sebagai tempat
mencari makan, berkembang biak berbagai jenis biota laut, juga pohon mangrove
sebagai tempat burung bersarang, tempat anggrek, pakis, benalu dan berbagai
kehidupan lainnya. Selain itu pula manfaatnya sebagai penghasil kayu bakar,
untuk bangunan, arang, bahan obat-obatan, dan bahan kimia zat. Pemanfaatan
lahan di wilayah pesisir mengakibatkan berkurangnya luas hutan mangrove. Di
Indonesia luas hutan mangrove berkurang, seiring dengan pesatnya kebutuhan
hidup masyarakat, serta meningkatnya pembangunan di kawasan pesisir (Tarigan,
2006).
Luas ekosistem mangrove di
Indonesia mencapai 75 % dari luas ekosistem mangrove di Asia Tenggara. Sebaran
ekosistem mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera,
Kalimantan, dan Papua. Luas sebaran ekosistem mangrove terus mengalami
penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi 3,24 juta hektar pada
tahun 1987, dan tinggal 2,50 hektar pada tahun 1990. Penurunan luasan ekosistem
mangrove tersebut menunjukan bahwa degradasi kawasan mangrove cukup tinggi
dengan laju 200 ribu hektar/tahun (Dahuri, 1996). Permasalahan utama yang
sering kali menjadi penyebab pendegradasian kawasan mangrove adalah pembangunan
tambak liar, pengembangan kawasan pariwisata yang tidak akrab lingkungan,
perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan, kemudian berkembangnya kawasan
pemukiman di garis hijau pantai (mangrove zone) (http://www.repository.usu.ac.id, 2009).
Luas
ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia
Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem
mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia.
Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan
dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta
hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan
tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan
tersebut mengindikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup
nyata, yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun. Hal tersebut disebabkan oleh
kegiatan konversi menjadi lahan tambak, penebangan liar dan sebagainya (Dahuri,
2002). Ekosistem hutan mangrove di
Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tertinggi di dunia, seluruhnya
tercatat 89 jenis. Beberapa jenis pohon yang banyak dijumpai di wilayah pesisir
Indonesia adalah Bakau (Rhizophora. spp.), Api-api (Avicennia spp.),
Pedada (Sonneratia spp.), Tanjang (Bruguiera spp.), Nyirih (Xylocarpus
spp.), Tenger (Ceriops spp) dan, Buta-buta (Exoecaria spp.) (http://www.penulismuda.com, 2009).
Menurut
Departemen Kehutanan, 2003 Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki
hutan mangrove terbesar dan memiliki kekayaan hayati yang paling banyak. Luas
ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia
Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove
Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang yang tertinggi di dunia. Sebaran
mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan
Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar
pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tersisa
seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut
mengindentifikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata,
yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun (Wijayanti,
2008).
Adapun table luas dan penyebaran ekosistem mangrove di
Indonesia yaitu:
(Assyakur, 2011).
Di Indonesia perkembangan hutan
mangrove terjadi di daerah pantai yang terlindung dan di muara-muara sungai,
dengan variasi lebar beberapa meter sampai ratusan meter lebih. Indonesia yang
terdiri atas 13.677 pulau memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 81.000
km, sebagian besar ditumbuhi hutan mangrove. Hutan mangrove tumbuh hampir
diseluruh provinsi di Indonesia, Dengan luas kawasan yang berbeda secara
spesifik. Wilayah hutan mangrove yang paling luas terdapat di Irian Jaya,
Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, Maluku (http://www.elib.unikom.ac.id, 2011).
Karena
luas dan penyebaran ekosistem mangrove di dunia sangat besar tersebar di Asia
Tenggara khususnya Indonesia maka pembahasan luas dan distribusinya ini sangat
dominan pada Negara Indonesia. Namun selain Indonesia, menurut Kasim Moosa, et
al (1996) negara negara lain di Asia Tenggara juga memiliki kawasan ekosistem
mangrove seperti Malaysia dengan luas 625.219 ha dengan persen totalnya 13,059%
, Thailand seluas 312.700 ha dengan persen totalnya 6,261%, Filipina seluas
220.242 ha dengan persen totalnya 4,410% serta Singapura 3.210 ha dengan persen
totalnya 0,064%. Namun demikian adapun penyebaran family dari mangrove pada
daerah Indo-west pacific terdapat 74 genera dengan total persen 83%, Pasific
America sebanyak 9 genera dengan total
persen 10%, Atlantic America sebanyak 11 genera dengan total persen 12%, West
Africa sebanyak 9 genera dengan total persent 10%, maka total genera yang
terdapat di dunia adalah 89 dengan total persen 100% (Supriharyono, 2000).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar